fbpx

Bagaimana Nasib Koran?

Sudah banyak praktisi komunikasi maupun media massa menulis tentang masa depan koran di tengah hiruk pikuknya media internet (online). Apakah masa depan koran masih cerah atau justru semakin suram?Seperti yang saya tangkap dari wikipedia, koran atau surat kabar merupakan kumpulan infrmasi dan berita dari berbagai topik yang dicetak dari kertas. Koran termasuk dalam media cetak. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, koran atau surat kabar dapat dicetak dari jarak jauh.

Banyak yang memprediksi sebelumnya bahwa media cetak satu ini akan menyusut seiring dengan semakin berkembangnya teknologi internet. Munculnya beragam media online kian bertebaran di internet semakin menyulitkan langkah koran. Terlebih dengan hadirnya perangkat yang semakin canggih, salah satunya ponsel pintar.

Dengan hadirnya ponsel tersebut, banyak orang kini memanfaatkannya untuk mencari informasi di dunia maya. Mereka semakin sulit untuk kembali melakukan kebiasaan membaca koran.

Kondisi itu sempat meredam bisnis media cetak khususnya koran. Namun tak hilang akal, banyak media yang mulai mengembangkan sayap bisnisnya dengan membentuk media online. Jika tidak begitu, kemungkinan besar banyak pengusaha media yang gulung tikar. Karena pada dasarnya usaha media bukan hanya untuk menyebarkan informasi, melainkan juga profit oriented.

Karena banyak yang menggunakan internet sebagai akses informasi, maka banyak media yang ikut bergabung di dunia online. Alhasil, teknik tersebut menambah pundi-pundi selain dari media cetak.

Bagaimana nasib koran cetak?

Menurut saya, koran masih tetap akan berjalan sebagaimana fungsinya. Hanya saja mungkin pembaca mulai menurun secara statistik. Menurut hasil penelitian Serikat Penerbit Surat Kabar Indonesia (SPS), dikutip dari Republika Online, di sembilan kota besar di Indonesia pada tahun 2010, pembaca koran terus menyusut hingga hanya mencapai 15 persen.

Masih pada data yang sama, pembaca koran cetak telah dikalahkan oleh pembaca di internet yang mencapai 19,4 persen. Sementara di peringkat pertama masih ditempati oleh penikmat televisi.

Harus Melebarkan Sayap

Seperti halnya Kompas. Kompas merupakan koran besar berskala nasional. Untuk mengantisipasi melonjaknya tingginya pembaca dari Internet dan televisi, mereka serius menggarap portal dan juga Kompas TV. Begitu pula dengan media cetak lainnya.

Apa Saja Yang Menyebabkan Pembaca Media Cetak Kian Menyusut?

Kecepatan, tentu ini menjadi pertimbangan utama sebuah informasi. Untuk media cetak, setidaknya butuh beberapa jam dan bahkan satu hari untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sementara media online, dapat dengan cepat menyampaikan informasi terkini pada khalayak.

Selain itu juga ada biaya. Jelas, biaya media online lebih murah dibandingkan dengan media konvensional dalam hal operasional selama masih ada jaringan internet. Media online dapat dibaca oleh beragam kalangan dimanapun jika ada jaringan internet.

Kebiasaan

Di tengah gempuran internet dan dunia online, masih banyak ditemui masyarakat yang mengkonsumsi informasi melalui koran. Ini membuktikan bahwa mereka masih belum punah karena kebiasaan masyarakat teman pagi atau mengawali aktivitas dengan membaca koran.

Lalu bagaimana masa depan media cetak, koran khususnya, ketika media online semakin membumbung?

Leave a Reply

Your email address will not be published.