Denda Rp 5 Miliar Jika Memberi Kembalian dengan Permen

Denda Rp 5 Miliar Jika Memberi Kembalian dengan Permen – Pasti pernah kan membeli di supermarket atau minimarket di dekat rumah? Alih-alih memberi kembalian uang recehan tetapi pembeli malah di beri permen untuk gantinya. Banyak juga yang berdalih tidak memiliki uang  recehan untuk uang kembalian. Untuk menangani itu pemerintah sudah membuat peraturan baru bagai pedagang yang memerikan uang kembalian kepada pembeli dengan permen akan mendapat denda sebesar Rp. 5 Miliar.

Sebelumnya memberikan kembalian permen di kategorikan melanggar jika terdapat paksaan antara pelanggan dan pembeli namun jika kedua belah pihak merasa tidak di rugikan hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran yang bisa di proses secara hukum. Dan jika merasa di rugikan pelanggan bisa melaporkan nya ke Disperindagsar atau pihak kepolisian. Namun sekali lagi, apabila sudah terjadi kesepakatan hal tersebut bukan lah tindakan kriminal.

Karena hal di atas berkaitan dengan  Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen”), Sesuai dengan pasal 62 ayat 1 jika melanggar dan terjadi pemaksaan bisa di kenakan denda Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) atau di pidana paling tidak 5 tahun penjara.

Serupa dengan peraturan di atas, sudah kewajiban bagi pedagang untuk memberikan kembalian berupa uang karena pembeli juga menggunakan uang saat membeli. Jika di lihat dari Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia maka pelaku yang melanggar akan di kenakan pidana 1 bulan dan paling lama 3 bulan, serta denda sekurang-kurangnya Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan paling banyak Rp. 6.000.000,00 (enam juta rupiah).

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (“YLKI”), Sudaryatmo juga sudah menegaskan hal tersebut. Semua transaksi yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia harus menggunakan rupiah, sekecil apa pun transaksinya dan konsumen berhak menolak dan melaporkan tindakan tersebut. Dengan demikian,jika penjual memberikan kembalian tidak dalam wujud mata uang rupiah, namun malah memberi permen hal tersebut merupakan pelanggaran undang-undang. Penjual yang memberikan kembalian dalam bentuk permen dapat dipidana berdasarkan UU BI sebagaimana yang telah kami jelaskan.

Denda Rp 5 Miliar Jika Memberi Kembalian dengan Permen
Denda Rp 5 Miliar Jika Memberi Kembalian dengan Permen