Info Mesin Cetak : Dolar Menguat Bikin Omzet Pedagang Elektronik Turun

Info Mesin Cetak – Setelah minggu ini dolar tembus 14 ribu rupiah takmembuat pedagang elektronik di Indonesia meraup untung lebih banyak. Barang elektronik yang ada di Indonesia kebanyakan memang hasil impor dari negara tetangga seperti Jepang , Korsel, China, atau AS. Barang elektronik yang ada di Indonesia rata-rata mengalami kenaikan harga mencapai 15% dari harga sebelum dolar naik menjadi Rp 14.000.

Contohnya penjualan printer dan perlengkapannya. Misal, tinta printer naik dari Rp 85 ribu menjadi Rp 100 ribu yang mengakibatkan pelanggan menjadi sepi. Menguatnya dolar ternyata tak membuat pedagang barang elektronik meraup untung yang lebih banyak yang nyatanya mereka malah kehilangan pelanggan akibat naiknya harga. Saaat importir menawarkan barangnya dengan harga tinggipun mereka tidak segan-segan menolaknya. Pedagang elektronik takut nanti harga jual barangnya kemahalan, sementara daya pembeli konsumen sedang melemah, yang mengakibatkan batal transaksi.

Info Mesin Cetak
Info Mesin Cetak : Printer

Ada pula pedagang elektronik yang menjual barang impor sama sekali tidak berani menaikkan harganya. Sebab, jika dinaikkan, tidak ada yang mau membelinya, karena dianggap kemahalan. Para pedagang ini pun nekat menolak harga yang ditawarkan importir, jiika naik dari harga yang lama.

Pedagang kebanyakan masih berharap agar kurs rupiah kembali normal. Dengan kurs rupiah yang stabil, adalah salah satu faktor yang membuat perekonomian bergerak. Harga-harga pun menjadi normal, dan daya beli masyarakat kembali seperti sedia kala. Pedagang untung, konsumen senang.