Info Digital Printing : Pekerja Tuntut Upah 22% ke Perusahaan

Info Digital Printing – Bermacam – macam bisnis yang telah berkembang menyebabkan akan banyaknya peluang kerja bagi para pekerja atau orang lain. Dengan banyaknya para pekerja yang menjadi karyawan dalam berbagai jenis usaha maka akan menuntut para pengusahanya untuk memberikan sebuah gaji yang layak bagi mereka.

Info Digital Printing
Info Digital Printing – Buruh yang demo tentang kenaikan upah

Gabungan dari Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia atau yang sering disebut GAPMMI telah menyatakan sebuah keberatan atas tuntutan dari para pekerjanya untuk bisa menaikkan UMP atau Upah Minimum Provinsi 2016 yang besarnya mencapai 22 – 25%. Sampai kini para pengusaha makanan dan juga minuman sebuah sedang mengalami ekonomi yang memburuk sehingga menghantam pengusaha makanan dan juga minuman .

Info Digital Printing
Info Digital Printing – GAPPMI yang keberatan dengan tuntutan buruh

Adhi S Lukman selaku Ketua Umum GAPMMI mengatakan bahwa  Adhi meminta para pekerja buruh untuk tidak egois dalam hal mendesak pemerintah maupun para pengusaha untuk menaikkan upah minimum tahun depan yang mencapai 22%. Dia juga mengatakan jika mereka sangatlah keberatan jika harus  menaggapi tuntutan itu , mereka berharap jika para pekerja bisa menyadari jangan sampai hanya memikirkan dirinya sendiri saja. Seperti halnya kapal yang sedang tenggelam , mau menuntut berapa persenpun kenaikan itu pasti tak akan ada gunanya.

Untuk saat ini industry makanan dan juga minuman sedang diterpa masalah seperti halnya penurunan produksi, melemahnya rupiah, anjloknya volume penjualan, dan margin yang tergerus akibat perekonomian yang sedang ambruk.

Info Digital Printing
Info Digital Printing –  Industri makana dan minuman diterpa masalah kaibat rupiah melemah

Adhi mengatakan bahwa mereka pernah menyetop sebuah produksi karena beberapa kementrian yang telah mengeluarkan kebijakan impor garam, karena hal ini mereka kehilangan nilai tambahan walaupun porsi garam untuk dibahan baku kecil.

Sampai dengan saat ini untuk masalah formula kenaikan upah minimum terbaru masih sedang diperbincangkan oleh Kementrian Tenaga Kerja. Dalam masalah ketenaga kerjaan seperti ini merupakan sebuah tantangan yang paling utama dalam hal perbaikan untuk masalah investasi di Indonesia.

Enny Sri Hartati selaku (INDEF) mengatakan bahwa sebagian para investor tidak mengeluhkan adanya tuntutan upah minimum untuk para buruh. Namun para investor itu masih butuh sebuah kepastian jika ada tuntutan upah minimum tidak boleh ada sebuah aksi anarkis, jadi akan ada jaminan keamanan saat terjadi kenaikan upah itu.

Info Digital Printing
Info Digital Printing – Enny Sri Hartati selaku (INDEF)