Jejak Serigala di Sudut Mall Alam Sutera Part.5-Info Berita Printing

Info Berita Printing – Karena faktor sensitif dan ketidakstabilan itulah, TATP tidak pernah dipakai militer atau pemakaian komersial lainnya, tidak seperti TNT.

Jejak Serigala di Sudut Mall Alam Sutera Part.4-Info Berita Printing
Jejak Serigala di Sudut Mall Alam Sutera Part.4-Info Berita Printing

Kerusakan dari TATP dalam jumlah besar bisa lebih merusak dibanding TNT dalam jumlah TATP yang sama. Bom jenis ini lebih mudah dibuat, dan susah untuk dideteksi. Inilah mengapa TATP disebut sebagai Ibunya Setan alias ‘Mother of Satan’.

Pemerasan

Lalu apa motif sang serigala perakit bom berjuluk ‘Ibunya Setan’ itu? Bukan ideologi atau dendam tapi lebih karena faktor ekonomi. Leopard menggunakan aksi teror bomnya untuk memeras manajemen Mall Alam Sutera. Kepada pihak mal, dia meminta uang Rp 300 juta dalam bentuk bitcoin atau uang elektronik.

“Dia sempat kirim e-mail atau surat elektronik ke manajeman Alam Sutera, mengancam dan meminta uang Rp 300 juta,” kata Irjen Tito.

Pada e-mail itu, Leopard menggunakan nama Anonymous. E-mail itu dikirim beberapa saat sebelum bom 9 Juli 2015. Seminggu setelah bom 9 Juli 2015 meledak, akhirnya pihak Alam Sutera mengirimkan uang sebesar Rp 750 ribu dalam bentuk bitcoin.

Leopard memilih Mall Alam Sutera karena mal itu dekat dari rumah pelaku. Selain itu, Leopard menganggap mal tersebut lebih mewah dari pusat perbelanjaan lainnya di Tangerang, Banten.

Polisi menjerat Leopard dengan Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Terorisme dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. Terlebih, perbuatannya menimbulkan kegaduhan dan meneror banyak orang. (Dms/Ron)