fbpx

Masyarakat Masih Butuh Edukasi dalam Memanfaatkan Teknologi Terbaru

Cetak Foto – Dunia perangkat PC belakangan ini muncul kategori baru perangkat notebook 2 in 1. Perangkat fleksibel ini, bisa menjadi mode PC, tapi dengan mudah bisa digunakan untuk menjadi sabak (tablet). Meski menawarkan kemudahan fungsi perangkat, namun perangkat ini menurut International Data Corporation (IDC) belum menjadi tren di Indonesia pada tahun ini.

Menurut Lutfi Avianto Husein, Senior Market Analyst PT. IDC Indonesia , konsumen masih butuh edukasi tentang pemanfaatan perangkat kategori hibrid tersebut. “Konsepnya bagus. Segmennya kan agar para enterprise(perusahaan) dan profesional bisnis agar lebih mobilitas lagi, tapi menurut kami 2 in 1 masih perlu edukasi lagi kepada konsumen,” jelas Lutfi ditemui di Jakarta.

Sementara itu, tambah dia, enterprise masih belum mempercayai perangkat tersebut bisa mendukung pekerjaan. Perusahaan masih percaya dengan fungsi PC. Mengenai pangsa pasar kategori notebook 2 in 1 ini, Luthfi mengatakan masih sangat kecil, yakni sekitar di bawah 10 persen.

Printer 3DTak jauh beda dengan perangkat notebook 2 in 1, kategori printer 3D juga masih belum tren di Indonesia sepanjang tahun ini. Meskipun di luar negeri, printer 3D tengah booming karena membantu perusahaan memproduksi barang yang diinginkan.

“Sebetulnya printer 3D sudah ada di Indonesia tiga atau empat tahun yang lalu, digunakan sampel produk,” ujarnya.

Meski sudah ada sejak ada beberapa tahun lalu, IDC memprediksikan perangkat pencetak canggih itu sulit untuk dikembangkan pangsa pasarnya di Indonesia. Alasannya masih ada kekhawatiran disalahgunakan untuk hal yang tidak baik.

“Sangat sulit karena (pemerintah) dikhawatirkan printer 3D digunakan seperti membuat hand gun (senjata),” ucap Lutfi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.