OPTIMALISASI WEB ONLINE

Optimalisasi Web Online
oleh Ibrahim Vatih

Perkenalkan nama saya Ibrahim Vatih, tinggal di Jogja dan Magetan. Kerja dimana saja, selama ada koneksi internet. Lebih lengkapnya bisa buka link vatih.com/biography.

Baiklah pada saya akan menjelaskan beberapa poin, yakni

1. Kalo mau fokus punya web online shop maka web yang dipake harus berbasis WordPress (yang diinstall di server). Ngga bisa blogspot, wordpress.com, atau situs-situs gratis lainnya.

2. Riset produk sama riset kompetitor juga wajib dilakukan untuk jadi nomer 1 di Google. Bisa baca tulisan saya yang ini http://www.revorma.com/cara-mengetahui-tingkat-kesulitan-k…/

3. Produk populer belum cukup menjadi parameter untuk memutuskan jual produk tersebut apa tidak. Kalo saya lebih suka cari produk yang longterm dari pada yang populer.

Produk populer untungnya super gede, tapi bakal redup pada waktunya. Longterm tidak ada akan redup sepanjang masa.

4. Setelah ketemu produk populer, lakukan riset seperti pada poin nomer 2. Kita bisa tahu seberapa kuat persaingan di Google. Kalau menurut kita masih mungkin untuk masuk ke halaman 1 Google, eksekusi aja, kalo tidak, jangan.

5. Web udah ada, produk udah tepat, kompetitor masih bisa dikejar. Selanjutnya lakukan proses optimasi. Cukup buat 20 profile backlink, dalam waktu 1 sampai 2 bulan, udah bisa keliatan hasilnya , kalo usia domainnya kurang dari 6 bulan, atau 1 minggu kalau usia domain udah lebih dari 6 bulan.

6. Profile backlink itu contohnya behance.net/vatih, vatih.deviantart.com, 500px.com/vatih, ada banyak daftar profile backlink.

7. Kalau 6 poin di atas sudah dijalankan, in syaa Allah telephone tidak akan berhenti berdering.

Nah, pada materi dari poin diatas lebih lanjut bisa buka link di revorma.com
Selanjutnya, saya akan sharing akan pengalaman yang pernah saya dapat.

1. Dulu, saya sering masuk halaman 1 Google, tapi konversi kecil, ternyata keyword ata kata kunci yang saya bidik memang lemah dan bukan buying keyword. Meski nomor 1, konversi minim.

2. Saya pernah jual produk populer (tidak longterm), Keripik Karuhun, itu omzet mingguan dulu bisa 2jt (lumayan buat pemula), tapi saya ngerasain ketika produk itu udah tidak populer lagi. Bisa search di Google dengan kata kunci “Karuhun Jogja”, sampe sekarang masih halaman 1. Oya longtrem itu lama masanya tidak ikutan tren.

3. Akhirnya saya belajar produk longterm. Ini beberapa produk longterm yang sifatnya abadi:

a. Fashion
b. Aksesoris (sepatu, tas)
c. Kosmetik/kecantikan
d. Buku

Yang a, b, c itu ngga bisa (atau lebih tepatnya susah) kalau dijual lewat website. Produk-produk itu lebih pas dijual lewat sosmed. Untuk yang buku, itu sebaliknya, dia kurang bagus konversi kalau lewat sosmed, tapi bisa sangat tinggi kalau lewat website.

4. Lewat sosmed ini butuh strategi khusus juga. Dia tidak bisa dijual secara konvensional lewat sosmed, musti lewat iklan. Jadi, pakai Facebook Ads.

5. Di Facebook Ads, saya modal 50rb, bisa konversi 300rb-500rb. Dan biasanya di hari-hari khusus saya alokasi iklan sampai 500rb, bisa konversi di atas 2jt dalam beberapa hari. Di momen khusus lagi, saya bisa alokasi iklan sampai di atas 1jt. Tergantung sikon.

6. Kadang cuma modal 10rb, bisa dapet hasil yang sama besarnya.

7. Balik lagi ke website, sampai hari ini, buku-buku yang saya jual perputarannya bisa ratusan buku tiap pekan yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

8. Alhamdulillah, lambat laun, ada 2 penerbit yang kasih harga distributor ke saya untuk setiap buku-buku yang mereka terbitkan.

9. Pertanyaannya, kenapa buku lebih bagus konversi lewat website? Karena buku itu dicari, bukan disajikan (seperti di sosmed). Buku ngga bisa menimbulkan wow effect saat disajikan ke timeline Facebook. Beda seperti tas, sepatu, jilbab, gamis, yang bisa bikin mata jadi ijo saat ditampilkan di timeline.

Jadi strateginya, bagaimana ketika orang cari judul buku, yang muncul website kita.

Tidak semua orang butuh buku, tapi ketika ada orang yang cari buku itu, mereka ketemu dengan toko kita. Konsepnya begitu.
1. Ada banyak jenis usaha yang sifatnya seperti buku, dicari, bukan disajikan.
2. Semua jenis jasa itu sifatnya dicari, bukan disajikan. Jadi kalau ada temen-temen di sini yang bergerak di bidang jasa, wajib punya website.

Ini jasa-jasa yang bakal besar transaksinya:

1. Sedot WC, saya punya temen yang mainkan jasa ini di Google, bersihnya 40jt tiap bulan.
2. Kue ulang tahun.
3. Aqiqah (untuk jasa, saya main di sini, Alhamdulillah bagus banget konversinya)
4. Bunga rangkaian
5. dll

Dan tak lupa pula, untuk jasa catering juga besar pula transaksinya. Dan case itu sifatnya fleksibel, tidak selalu begitu namun umumnya seperti itu.

Oya, ada case yang sekarang lagi saya dalami. Buat yang masih geluti usaha tapi doyan nulis (aktif), tidak salahnya untuk main PTC smacam google Adsense. Saya punya website khusus buat Google Adsense (Diluar website jualan). Ada banyak karena memang memiliki potensi menarik. Dari main konten tulisan, saya dapat pundi-pundi lumayan tinggi tiap bulan. Lebih lanjut seputar ini kita bahas lain waktu ya.

Kalau boleh tahu, Anda saat ini memiliki berapa karyawan ya? dan menghandlenya?
Saya lebih suka menyebut partner untuk hal itu, karena orang-orang ya.g berkarya bersama saya. Total sekarang lebih dari 20 orang. Bulan depan akan tambah 10 Orang.

Saya iklan pakai FB Ads konversinya jelek terus ya. Apa algoritma fb dah berubah ? Padahal biasanya BBM nambah sampe 60an. Ini 20saja tidak sampai.
Sedikit tips buat Facebook Ads.

Jangan pernah jadikan Facebook Ads sebagai cara untuk menyampaikan pesan. Nanti kreatifitas kita terhenti sampai tujuan itu. Kalau saya selalu jadikan Facebook Ads sebagai cara untuk membuat konten menjadi viral. Engagement bisa tinggi, dan meski iklan berhenti, viral tetap jalan bahkan lebih cepat dari pada Facebook Ads nya.

Jadi, Facebook Ads itu masalah konten juga. Kita dituntut kreatif mainkan konten. Biasanya saya bikin kuis kaya gini:

Hari ini mau bagi-bagi 10 jilbab gratis ke kamu. Syaratnya:

1. Ceritakan pengalaman pertama kamu atau teman kamu saat pakai jilbab
2. Like status ini
3. Mention 2 sahabat yang paling kamu sayangi

10 cerita terbaik menurut admin berhak mendapat jilbab ini dan dikirim gratis ke rumah masing-masing (tanpa ongkir).

Jadi kita gak langsung promosi ? Tapi posting konten viral aja untuk diiklankan ?
Yang saya dapet dari konten-konten begitu:

1. Penggemar nambah
2. Jadi banyak yang tau jilbab yang saya jual bagus
3. Yang ngga kebagian 10 gratis itu jadi pengen beli
4. Yang beli juga banyak.

Ngga rugi bagi-bagi gratis (niatnya sedekah juga) sama ngiklan. Semuanya ketutup sama transaksi yang terjadi.

Dan di konten itu ada gambar produk kita juga. Bukan cuma text aja.

Kalau selain itu yang viral tanpa kuis?
dan kuis itu bugdet nya dikit ya?
Cerita hikmah, menggungah, menginspirasi. Di bagian bawah ada keterangan:

Yang mau konsultasi GRATIS permasalahan wanita bisa invite pin BB xxxx, maaf khusus wanita saja.

Di bagian komposisi iklan cuma ditarget Female/Wanita.

Ratusan orang yang add pin BB, dengan modal cuma 50rb.

Punya bbm jadi “keharusan” ya?
Tergantung jenis bisnisnya. Kalo segmen perempuan, BBM itu wajib. Pake Android aja BBM nya.

Saya belajar sama seorang mastah dia ngajarin di fb tidak perlu pake ads tp buat akun klonengan aja serta invite friends massal yg tertarget apakah itu bagus?
Iya, bagus. Dulu saya juga begitu, tapi sekarang saya udah ngga pernah rekomendasi lagi cara itu, soalnya nanti kita (sebagai pelaku) jadi kurang maksimal ngerjain hal-hal yang pokok.

Ya kalo baru mulai, semua dikerjain sendiri ngga masalah.

Kalo baru mulai biasanya yang dikerjain ini:

1. Cari barang
2. Pasarkan barang
3. Layani customer

Kalo udah advance, yang nomor 2 itu ilang, dikerjain sama pihak lain (iklan). Kalo udah mulai masuk ke pengusaha beneran, yang nomor 3 itu ilang, dikerjain sama karyawan atau partner. Fokus kerja kita (owner) itu memastikan bahwa produk ada dan bagus. Itu aja.

Kalau website buat produk kecantikan tidak bagus ya?
Web buat produk kecantikan, bisa. Tapi secara umum fungsi web cuma sebagai edukasi sama profile aja. Bukan sebagai media marketing.

Untuk produk-produk kecantikan tertentu, malah berlaku sebaliknya. Ini sih balik lagi ke kita sebagai pelaku, jenis produk yang kita jual ini sifatnya seperti apa. Karena menurut saya Media marketing tetap Facebook Ads & BBM, Website hanya untuk edukasi.

Kalau IG bagaimana?
Saya belum pernah jualan di IG, meski kata temen-temen yang udah ke sana hasilnya bagus. Teknisnya saya kurang tau.

Di era sekarang, jualan lewat media online (web, fb, dll) itu wajib. 150jt penduduk Indonesia udah terhubung ke internet. Ini pasar.

Gabunglah ke komunitas-komunitas, meski berbayar. Saya udah keluarin puluhan juta untuk belajar di berbagai komunitas. Ketemu para ahli dan cari guru itu wajib. Hasilnya beda ketimbang belajar lewat Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published.