Peluang Bisnis Pasar Digital Textile Printing di Indonesia

Digital texile printing (DTP) atau digital printing kain menjadi salah satu isu yang menarik saat ini dalam industri tekstil. Kemajuan teknologi  yang ada telah  membuka berbagai peluang baru pada industri ini. Tidak heran para stake holder di industri tekstil ini terus memantau dan mengevaluasi perkembangan DTP. Inilah sebuah transformasi yang sedang terjadi, dari  industri cetak tekstil tradisional ke sistem digital.

Saat ini, jika dibandingkan dengan pasar tekstil secara total, pangsa  DTP memang masih sangat kecil. Walau begitu  ia berkembang dengan sangat cepat. Beberapa alasanya, sebagaimana diungkapkan InfoTrends,  antara lain : pertumbuhan permintaan produk tekstil berbarengan dengan mmulai diterpkannya peraturan mengenai keharusan perusahaan untuk lebih ramah lingkungan.

Selain itu, saat ini kualitas yang dihasilkan mesin cetak digital tekstil semakin baik dan semakin cepat. Harga mesinnya  juga semakin terjangkau. “Sistem  printhead inkjet yang terbuka juga menjadikan harga tintanya semakin  murah.”

Pasar Masih Sangat Besar
Secara global pasar tekstil dicetak diperkirakan mencapai $ 165 miliar. Dari jumlah itu sebagian besar mengunakan teknologi sablon dan cetak gravure. Sementara teknologi cetak digital baru mewakili kurang dari 1,5 persen dari total volume tekstil cetak.

Perkembangan digital tekstil printing di seluruh dunia diharapkan dapat mendorong pasar mesin digital dan tinta dari $ 484.000.000 pada tahun 2011 menjadi lebih dari $ 2 miliar pada tahun 2016. Saat ini Eropa merupakan pasar tunggal terbesar bagi produsen tekstil digital. Italia dan Turki merupakan market leadernya. Italia merupakan rumah bagi banyak merek fashion terkemuka di dunia, dan telah menjadi rumah kaca untuk bisnis percetakan tekstil digital. Pada tahun 2011, sebanyak 42 persen mesin cetak kain digital terpasang di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.Transisi lanjutan dari  teknologi analog ke digital diharapkan mampu mendongkrak  bisnis menjadi 17,5 persen di tahun  2016.

Pasar Asia-Pasifik (AP) menempati urutan kedua dalam jumlah mesin tekstil digital yang terpasang , yakni dengan jumlah lebih dari 2.300 total unit pada 2011 (39 persen dari jumlah total di dunia). Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 5400 pada tahun 2016.

Keunggulan Mesin Digital
Saat ini keberadaann mesni DTP atau mesin digital printing kain sudah sangat membantu mengatasi permintaan ritel dan mitra  pabrik tekstil untuk mencetak pesanan yang  dalam jumlah kecil dengan tepat  waktu  dan dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Dengan digital printing  tidak perlu lagi jumlah minimal ketika mau mencetak. Bahkan satu pun bisa. Tidak perlu plat master seperti sablon.  Limbah media lebih sedikit dibandingkan dengan teknologi konvensional, yang  bisa mencapai puluhan hingga ratusan meter sebelum benar-benar mencetak. Selain itu secara umum lebih aman bagi lingkungan.

“Konsumsi energi,  air dan tenaga manusia lebih sedikit  dibandingkan dengan  sablon tradisional,” ujar InfoTrend.

Sistem DTP juga memungkinkan kustomisasi dan personalisasi,  khususnya untuk layanan kelas  premium. Dan inilah yang menjadi fitur  andalan pencetakan tekstil digital yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi printer analog atau konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.