Penjualan Printer Canon Mengalami Penurunan di Semester Pertama

Cetak Foto – PT Datascrip melakukan revisi penjualan atas produk printer Canon dengan merefleksikan pada kondisi semester pertama 2015 yang turun sekitar 10%.

Monica Aryasetiawan, Division Manager Canon Consumer System Product PT Datascrip, mengatakan untuk keseluruhan pasar printer inkjet di Indonesia pada semester I/2015 hanya berkisar 900.000 unit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1 juta unit.

“Tahun lalu sekitar 2 juta unit. Perkiraan kami sebenarnya hampir sama dengan 2014. Tapi kenyataannya semester pertama saja turun. Jadi kami perkirakan lebih rendah, sekitar 1,8 juta unit,” ujarnya, Selasa (28/7/2015).

Saat ini Canon menguasai sekitar 50% dari pangsa pasar printer di Indonesia. Menurut Monica, penurunan mulai terasa saat memasuk kuartal kedua dengan menguatnya dolar serta menurunnya daya beli.

Dia berharap kondisi membaik pada semester kedua selepas momen lebaran dan tahun akademik baru. “Tidak optimistis dan tidak pesimis. Bisa dibilang konservatif. Kurang lebih sama diusahakan sama dengan semester sebelumnya,” katanya.

Monica menjelaskan dampak kebijakan penaikan tarif bea masuk untuk produk impor yang ditetapkan pemerintah tentu berimbas ke harga jual produk. Dia memperkirakan kenaikan harga akan berkisar 2%-3% untuk produk entry level atau low end dan 4%-5% untuk produk mid-end. “Kami harus meng-adjust harga, tinggal tunggu waktu saja karena stok masih ada. Biasa kami persiapkan stok 1-2 bulan, kemungkinan hingga Agustus nanti,” katanya.

36 thoughts on “Penjualan Printer Canon Mengalami Penurunan di Semester Pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published.