Perusahaan Nokia Dulunya dari Perusahaan Kertas

Info Mesin Cetak – Di tahun 2015 ini Nokia sudah berumur 150 tahun, namun siapa yang tahu perusahaan Nokia ini berawal dari sebuah pabrik kertas. Perusahaan Nokia dikenal sebagai raksasa telepon seluler pada akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an.  Selama 14 tahun, produk Nokia menjadi ponsel sejuta umat dan mendominasi pasar telepon seluler dunia.

Siapa sangka, perjalanan Nokia dimulai sebagai pabrik kertas.  Nokia didirikan pada 1865 di Tampere, Barat Daya Finlandia, sebagai pabrik penggilingan kayu.

Pendirinya insinyur teknik bernama Fredrik Idestam. Nokia kemudian bergabung dengan perusahaan pembuat karet, Finnish Rubber Works dan Finnish Cabble Works. Ketiganya melakukan merger pada 1967 dan resmi menggunakan nama Nokia Corporation.

Selanjutnya, perusahaan memproduksi berbagai macam produk, antara lain karet, alumunium, bahan kimia, kabel, masker, dan generator. “Nokia kemudian mulai mengembangkan ponsel,” ujar CNET. Nokia pun resmi terjun ke bisnis ponsel pada 1967.

Info Mesin Cetak
Info Mesin Cetak : Perusahaan Nokia

Pada 1992, perusahaan mulai memproduksi ponsel secara massal. Produk pertamanya diberi nama Nokia 1011. Dua tahun kemudian, lahirlah Nokia 2110. Gawai ini menjadi ponsel pertama yang memperkenalkan nada dering khas Nokia.

Beberapa tahun setelah itu, Nokia mulai unjuk gigi lewat seri The Matrix atau Nokia 8110. Ada juga produk legendaris Nokia 3210. “3210 sekaligus memperkenalkan game Snake yang membuat ketagihan,” kata CNET.

Popularitas Nokia mulai menurun di tengah tren telepon pintar pada 2010. Peranti lunak Symbian mulai tergeser oleh platform Android buatan Google dan iOS yang dibuat Apple. Nokia pun menggandeng Microsoft untuk menghadirkan sistem operasi Windows Phone bagi seri Lumia.

Tidak juga mampu bersaing, Nokia pun menyerah dan menerima pinangan Microsoft pada 2013. Kemudian, Nokia memilih berfokus pada bisnis jaringan, infrastruktur, dan aplikasi Here Maps.

Belakangan Nokia pun menjual Here Maps senilai US$ 2 miliar atau Rp 26 triliun. Penjualan dilakukan karena tingginya biaya riset dan pengembangan Here Maps. Sejumlah perusahaan seperti Yahoo!, Facebook, Uber, dan Amazon dikabarkan berminat membeli.

Nokia sempat diisukan kembali memproduksi ponsel. Namun, kabar ini dibantah. “Berita mengenai produksi ponsel pintar dan manufaktur serta riset yang dilakukan di Cina merupakan informasi palsu,” ujar Nokia melalui pernyataan resmi, kepada situs ZDNET.  Nah, kita tunggu saja bisnis apa yang bakal dijalankan Nokia di usia yang ke-150 tahun.