Info Berita Printing : Puluhan Karyawan PNRI Demo Terkait Kebocoran Soal UN

Info berita printing
Info berita printing

Info Berita Printing– Puluhan karyawan Perusahaan Perum Percatakan Negara Republik Indonesia (PNRI)berunjuk rasa di depan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)untuk adukan  kebocoran soal ujian nasional yang di sebabkan kebijakan yang salah dari pihak manajemen perusahaan itu.Menurut beberapa sumber , Direksi PNRI melakukan subkontrak untuk melakukan pencetakan soal UN dengan pihak lain yang mana perusahaan yang di tunjuk tersebut tidak memiliki izin standar perusahaan percetakan yang aman.

Info berita printing
info berita printing

“Kini persoalan kebocoran soal UN akibat subkontrak ke pihak lain tersebut sudah di laporkan dan di tangani oleh ihak berwenang,”tutur Mutiasai ,Ketua Serikat Karyawan (Sekar) PNRI.Ia mengadukan persoalan itu kepada kementrian BUMN sebagaisalah satu tindakan manajeman yang tidak menerapkan tete kelola perusahaan dengan baik.

Info berita printing
Info berita printing

Menurut Mutiasari, masih banyak lagi  hal lain yang mengindikasikan manajemen tersebut  tidak menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.Seperti kinerja perusahaan yang memprihatinkan karena beban pemasaran meningkat sedangkan pendapatan justru menurun dan biaya konsultan untuk menggaji staf khusus direktur utamanya yang naik.
Sari juga menduaga bahwa pihak direksi juga melakukan nepotisme dalam merekrut staf-stafnya karena karyawan yang di angkat adalah secara pribadi orang-orang yang dekat dengan direktur utama dan cenderung berasal dari daerah asal tertentu yang mungkin saja ada kaitannya denga pihak direktur.Selain itu perekrutan juga di lakukan juga tidak sesuai dengan perjanjian kerja barsama (PKB) antara karyawan denga perusahaan.

Info berita printing
Info berita printing

Sekar PNRI sudah mengirim surat sebanyak dua kali,tetapi pihak direktur tidak pernah menanggapi bahkan bertemu denga pengurus Sekar PNRI saja tdak mau.Manajeman juga menolak bertemu denga karyawan sehingga hubungan antara nereka tidak kondusif.