Canon dan RSBC membuat pameran fotografi taktil
Canon UK & Ireland telah bermitra dengan Royal Society for Blind Children (RSBC) untuk menciptakan pameran fotografi taktil yang dirancang untuk memungkinkan siswa tunanetra untuk merasakan gambar melalui sentuhan dan cerita.
Proyek ini dimulai pada akhir 2025, ketika Canon Ambassador Elisa Iannacone menyelenggarakan lokakarya khusus Program Canon untuk Anak Muda untuk tujuh siswa RSBC di Orpington. Selama sesi tersebut, siswa menciptakan potret berdasarkan aktivitas favorit mereka, menggunakan fotografi untuk mengekspresikan identitas dan kepribadian mereka.
Potret-potret tersebut sekarang telah diubah menjadi cetakan relief taktil menggunakan teknologi pencetakan terangkat Canon. Diproduksi dengan menggunakan Canon Arizona 2380 XT dan perangkat lunak PRISMAelevate XL, proses ini menggunakan peta ketinggian yang teliti dan lapisan tinta UV yang dapat meninggi untuk menciptakan tekstur yang dapat dieksplorasi dengan tangan.
Sarah Mallion, Wakil Kepala Sekolah/Kepala Bisnis dan Operasi di RSBC, mengatakan respon dari siswa dan keluarga mereka sangat positif, menambahkan bahwa proyek ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menciptakan peluang baru bagi anak muda untuk terlibat dengan kreativitas.
Setelah pameran, cetakan relief akan tetap dipajang secara permanen di RSBC, memungkinkan siswa untuk mengunjungi karya mereka dan terus terlibat dengan fotografi dalam format yang dapat diakses.
Heading:
1. Kemitraan Canon dengan RSBC untuk Pameran Fotografi Taktil
2. Workshop Khusus Canon untuk Anak Muda RSBC
3. Transformasi Potret Menjadi Cetakan Relief Taktil
4. Respon Positif dari Siswa dan Keluarga RSBC
5. Penyajian Permanen Cetakan Relief di RSBC
Dengan adanya kerjasama antara Canon dan RSBC, para siswa tunanetra dapat menikmati seni fotografi melalui sentuhan dan cerita, membuka peluang baru bagi mereka untuk mengekspresikan diri melalui karya-karya kreatif mereka. Teknologi pencetakan terangkat Canon mengubah potret-potret menjadi cetakan relief taktil yang dapat dinikmati secara fisik, memperluas pengalaman fotografi menjadi lebih inklusif. Proyek ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan kreatif, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk menginspirasi dan menghubungkan orang-orang secara lebih luas.
